Situs Resmi DPR Diduga Diretas Akun Anonim, Karena RUU HIP?

Suara.com – Situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat di dpr.go.id mendadak tidak bisa diakses pada Rabu (24/6/2020) malam.

Diduga laman tersebut telah diretas sebagai bentuk protes terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Dugaan tersebut muncul melalui cuitan akun Twitter @AnonConf0rmity. Akun tersebut menggambarkan situs milik DPR yang tengah diretas.

“DPR RI House of Representative of Indonesia Republic Website (DPR) http://dpr.go.id has been #OFFLINE by #Anonymous #TangoDown #Lulz This is a form of resistance to REFUSING Draft of the Pancasila Ideology Bow (HIP Bill) that can threaten or change COUNTRY IDEOLOGY!” tulis akun @AnonConf0rmity dikutip Suara.com

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar belum berani memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Ia berujar pihakmya telah berkoordinasi untuk mengetahui permasalahan tersebut.

Baca Juga: Massa Aksi Minta Pengusul RUU HIP Diusut, DPR: Kami Telusuri Lewat Rekaman

“Yang pasti ada trouble di jaringan , kami lagi koordinasi dengan telkom untuk cari penyebabnya. Saya lagi minta teman-teman jaringan untuk buat kronologi kejadian. Terus terang belum tahu penyebabnya, teman-teman lagi telusuri,” ujar Indra.

KawalCovid-19 Luncurkan Indeks Kewaspadaan

Suara.com – KawalCOVID19.id meluncurkan Indeks Kewaspadaan, cara mengukur risiko penyebaran Covid-19 per Kabupaten dan Kota se-Indonesia pada Selasa (23/6/2020).

Dalam tabel maupun peta visualisasinya, daerah-daerah dengan tingkat risiko tertinggi akan diberi warna merah tua.

Koordinator tim data KawalCovid19.id Ronald Bessie mengatakan, Covid-19 adalah penyakit yang elusif dengan gejala klinis yang bervariasi, penyebarannya cepat dan juga sulit dideteksi.

“Karena itu besarnya jumlah kasus yang diketahui sekarang kemungkinan baru puncak gunung es dari skala wabah yang sebenarnya,” kata Ronald dalam peluncuran indeks kewaspadaan secara daring.

Dia menuturkan, selama hampir empat bulan mengamati data Covid-19 di Indonesia, ada dua hal yang sering ditanyakan tapi sangat sulit dijawab.

Baca Juga: WHO: Dampak Virus Corona Bisa bertahan Hingga Satu Dekade

Indeks Kewaspadaan adalah upaya KawalCOVID19.id untuk menjawab dua pertanyaan ini, walaupun angkanya masih relatif. Pertama, seberapa besar risiko orang tertular di daerah, kawasan, tempat atau komunitas tertentu?

“Menggunakan data kasus positif kumulatif atau kasus aktif saja tidak memberi gambaran lengkap tentang risikonya,” ujarnya.

Kedua, bagaimana mengetahui jumlah kasus Covid-19 yang sebenarnya? Berapa jumlah kasus yang belum terdeteksi? Rendahnya testing dan belum adanya survei serologi yang menyeluruh menjadi faktor belum terjawabnya pertanyaan ini.

Baca Juga: Media Asing Sebut Indonesia akan Jadi Episentrum Baru Virus Corona

Manfaat bagi masyarakat

Bayu Satria Wiratama, Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran UGM sekaligus kandidat PhD di College of Public Health, Taipei Medical University menjelaskan, bahwa masyarakat perlu mendapat data secara terbuka tentang kondisi yang ada.

Setiap orang dapat beraktivitas dengan menyadari ukuran risiko bagi dirinya, terlepas dari langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

Selain itu, indeks ini bisa digunakan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber daya kesehatan pada faktor-faktor yang paling perlu ditingkatkan untuk menanggulangi penyebaran di klaster-klaster tertentu. Yakni apakah pengetesan, pelacakan kontak atau isolasi dan penyembuhan.

“Indeks kewaspadaan ini bisa dibandingkan pula dengan indeks zona dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu zona warna mudah dimengerti oleh publik. Indeks Kewaspadaan KawalCOVID19.id melengkapi zona pewarnaan dengan data dan tolok ukur di balik keluarnya warna tersebut bisa menjadi pembanding untuk zona warna versi pemerintah.

Indeks Kewaspadaan KawalCOVID19.id memperhitungkan berbagai indikator, di antaranya;

  1. Total Kasus terkonfirmasi.
  2. Total PDP.
  3. Tingkat kematian pada kasus terkonfirmasi.
  4. Tingkat kematian pada PDP.
  5. Seberapa banyak pengetesan yang sudah dilakukan pada suatu daerah. Misalnya jumlah orang (bukan jumlah spesimen) yang dites PCR per hari dan testing rate, berapa orang yang dites per 1.000 penduduk.
  6. Tingkat kesembuhan pada Kasus Terkonfirmasi dan PDP.
  7. Jumlah Total OTG dan Total ODP, atau yang disebut sebagai Rasio Lacak-Isolasi (RLI) yang menunjukkan besarnya containment yang dilakukan di suatu daerah.
  8. Jumlah penduduk pada suatu kawasan dimana untuk tiap faktor tersebut di atas, ada skor yang diberikan kemudian dijumlahkan menjadi nilai relatif Indeks Kewaspadaan. Semakin tinggi skornya, makin daerah itu perlu mewaspadai penyebaran Covid-19 di daerah tersebut, termasuk risikonya menularkan ke daerah lain.

Indeks Kewaspadaan ini divisualisasikan dalam peta yang akan memperlihatkan skor relatif per kabupaten untuk seluruh Indonesia. Bila kabupaten/kotamadyanya diklik, keseluruhan indikatornya terlihat sehingga langkah-langkah atau perbaikan yang dapat dilakukan atasnya dapat diambil.

“Tabel dan peta Indeks Kewaspadaan KawalCOVID19.id akan dimutahirkan setiap hari dan bisa diakses oleh umum,” pungkasnya.

Ada Warga Reaktif Covid Saat CFD, Pemprov: Bukan Hanya Warga DKI yang Hadir

Suara.com – Temuan lima orang reaktif Covid-19 usai mengikuti tes cepat atau rapid test saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) menjadi sorotan. Lantaran aktivitas tersebut mendatangkan banyak orang di satu tempat saat merebaknya Virus Corona.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menilai, jika ada potensi penularan Virus Corona, penyebabnya karena banyaknya warga yang bukan berasal dari Jakarta datang ke CFD.

“Kita tahu bahwa CFD itu bukan hanya warga DKI saja yang hadir. Beberapa memastikan ke saya bahwa warga sekitar DKI pun hadir,” ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6/2020).

Karena itu, ia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah lain sekitar Jakarta yang warganya masih datang ke CFD.

“Kami tentunya harus bekerja sama berkoordinasi dengan wilayah lain,” jelasnya.

Baca Juga: Usai Ikut CFD Thamrin-Sudirman, Perlukah Tes Virus Corona Covid-19?

Saat itu, Widyastuti mengaku masih belum mengetahui hasil swab test terhadap lima orang yang reaktif itu. Ia masih menunggu hasil pemeriksaannya untuk mengambil tindakan.

“Saya belum dapat laporan secara utuh karena ini di bawah koordinasi teman-teman Polri. Kami kerja sama. tapi sedang dalam proses,” pungkasnya.

Kekinian, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Rusdiyanto menyampaikan, hasil tes swab terhadap lima warga yang sempat dinyatakan reaktif Covid-19 saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) pada Minggu (21/6/2020) telah keluar. Hasilnya, kelima orang tersebut dinyatakan negatif Covid-19.

Baca Juga: Lima Orang Reaktif saat Rapid Test CFD Dinyatakan Negatif Covid-19

Rusdiyanto mengatakan, kelima warga tersebut telah melakukan uji swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Alhamdulillah, kemarin dirapid 600 orang, yang reaktif lima orang, lanjut di (tes) swab dengan PCR di RS Polri Sukanto dan hasilnya negatif semua,” kata Rusdiyanto saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020).
Data HK

Kepada Polisi, Pembegal Pesepeda Mengaku Mencari Target di Wilayah Jaksel

Suara.com – Seorang tersangka pembegal dengan target pesepeda di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan berinisial YD ditangkap polisi pada Sabtu (20/6/2020). Kepada petugas, YD mengaku lulusan SMK dan tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. 

YD sendiri ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan usai aksinya viral di media sosial. Selain itu ditambah juga dengan laporan korban yang mendapatkan luka bacok di perut tersebut. 

“(Tersangka tidak ada pekerjaan setelah lulus SMK, dia tidak ada pekerjaan, dia kerja nongkrong-nongkrong saja,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono di Polres Jaksel, Sabtu (20/6/2020). 

Tersangka YD bersama satu tersangka berinisial IH yang masih buron, memang sengaja mencari mangsa dengan cara jalan-jalan di sekitar Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor. Akan tetapi, pihaknya belum menemukan apakah tersangka YD memiliki rekam jejak kriminal sebelumnya. 

“Jadi apakah mereka pernah melakukan residivis sementara tidak ada catatannya, tapi yang pasti dari keterangan sementara memang yang bersangkutan berniat mencari korban di daerah Jakarta Selatan,” ujarnya. 

Baca Juga: Diserbu Warga Usai Kembali Dibuka, Pengunjung TMII Didominasi Pesepeda

Polisi kini masih mencari satu tersangka lainnya berinisial IH yang ikut dalam aksi begalnya tersebut. IH kini masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam penangkapannya itu, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa handphone yang diambil pelaku serta pakaian yang dikenakan ketika melakukan aksinya. 

Untuk sementara, tersangka akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. S

Baca Juga: Pesepeda yang Tidak Gunakan Jalur Sepeda di Jakarta Bakal Ditilang

Sebagaimana diketahui, aksi begal tertangkap CCTV dan videonya tersebut viral di media sosial. Pembegalan tersebut dilakukan oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor terhadap pesepeda di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2020). 

Kejadian terjadi ketika dua pelaku melintas di jalan yang terlihat sepi. Akan tetapi dua pelaku tersebut memutarkan sepeda motornya saat melihat korban tengah menggunakan sepedanya sambil bermain handphone. 

Saat itulah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung menghadang korban. Ketika menjalankan aksinya, pelaku juga sempat membacok hingga perut korban terluka. 

Info tentang Data HK
Data HK

Tim Pembela Kebebasan Pers Sayangkan Jokowi Banding Putusan Blokir Internet

Suara.com – Tim Pembela Kebebasan Pers menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengajukan banding atas putusan PTUN Jakarta soal blokir internet di Papua dan Papua Barat. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 230/G/TF/2019/PTUN-Jakarta pada 3 Juni 2020 itu menyatakan Presiden dan Menkominfo melanggar hukum.

Informasi tentang banding ini diketahui Tim Pembela Kebebasan Pers melalui surat pemberitahuan pernyataan banding dari PTUN Jakarta pada 16 Juni 2020.

“Tim Pembela Kebebasan Pers menyayangkan karena pemerintah tidak mau belajar dari putusan majelis hakim yang dengan gamblang memutus perkara ini dengan berbagai pertimbangan,” kata Ade Wahyudin, Direktur LBH Pers dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2020).

Ade selaku kuasa hukum dari Tim Pembela Kebebasan Pers mengatakan pemerintah tidak belajar dari gugatan-gugatan sebelumnya seperti gugatan kebakaran hutan di Kalimantan, gugatan Ujian Nasional dan lainnya yang justru terus kalah. Pengajuan banding Pemerintah tersebut dinilai akan melukai hati dan rasa keadilan bagi masyarakat Papua dan Papua Barat yang menjadi korban perlambatan dan pemutusan akses internet.

“Pengajuan banding ini juga semakin menegaskan pemerintah tidak memahami fungsi dan peran peradilan, serta tidak mau menerima partisipasi dan koreksi dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Kerap Kalah Gugatan, PKS Minta Jokowi Minta Maaf Blokir Internet Papua

Hal itu semakin menegaskan bahwa pemerintah menganggap langkah-langkah hukum yang diambil masyarakat dianggap sebagai lawan dan gangguan.

“Kami siap menghadapi banding pemerintah dan meyakini putusan majelis hakim di pengadilan tinggi akan kembali memenangkan atau menguatkan putusan PTUN Jakarta,” tegasnya.

Dalam putusan sebelumnya, majelis hakim menyatakan tindakan tergugat I (Kementerian Kominfo) dan Tergugat II (Presiden RI) yang memperlambat dan memutus akses internet di Papua, Papua Barat pada Agustus dan September 2019 adalah Perbuatan Melanggar Hukum. Hakim juga menghukum Tergugat membayar biaya perkara.

Baca Juga: Plate: Blokir Internet Papua Mungkin Karena Pengrusakan Infrastruktur

Dalam sidang, gugatan yang diajukan Tim Pembela Kebebasan Pers memenuhi syarat untuk mengajukan gugatan dengan mekanisme gugatan legal standing. Hakim juga menyatakan gugatannya jelas atau tidak kabur.

Soal gugatan terhadap Presiden RI, kata Hakim, bukan merupakan error in persona. Presiden dinilai bisa digugat karena tidak melakukan kontrol dan koreksi terhadap bawahannya dalam pelambatan dan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat.

Majelis hakim juga menilai Tindakan pemutusan akses internet itu menyalahi sejumlah ketentuan perundang-undangan. Antara lain, Pasal 40 ayat (2a) dan (2b) Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang menjadi dasar hukum Kemenkominfo memperlambat dan memblokir internet.

Menurut Hakim, kewenangan yang diberikan dalam pasal tersebut hanya pada pemutusan akses atau memerintahkan kepada penyelenggara sistem elektronik melakukan pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang ‘bermuatan melawan hukum’.

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan, alasan diskresi yang digunakan Kemkominfo untuk memperlambat dan memblokir internet dinilai tidak memenuhi syarat sesuai diatur dalam Undang Undang Administrasi Pemerintah 30/2014. Pengaturan diskresi dalam UU Administrasi adalah satu kesatuan secara komulatif, bukan alternatif. Yakni untuk melancarkan penyelenggaraan pemerintahan, mengisi kekosongan hukum, memberikan kepastian hukum, dan mengatasi stagnasi pemerintahan dalam keadaan tertentu guna kemanfaatan, kepentingan umum.

Hakim juga menilai alasan Kemenkominfo menggunakan diskresi karena kekosongan hukum, tidak tepat. Sebab, dalam kebijakan yang sifatnya membatasi HAM seperti dalam pembatasan pemblokiran internet ini hanya dibolehkan dengan undang-undang, bukan dengan aturan hukum lebih rendah dari itu.

Sebenarnya ada undang-undang yang bisa dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembatasan hak, yaitu Undang Undang tentang Keadaan Bahaya. Namun pemerintah tidak menggunakan undang-undang tersebut dalam menangani penyebaran informasi hoaks dalam kasus Papua ini.

Hakim juga menilai pemutusan akses internet tidak sesuai dengan pengaturan pembatasan HAM yang diatur dalam Konstitusi dan sejumlah kovensi hak asasi manusia lainnya.
Link Info Keluaran HK

Beli Isuzu Mu-X Dapat Servis Gratis 3 Tahun

Suara.com – Isuzu Sales Operation menawarkan servis gratis dan beberapa bonus lain guna menggenjot penjualan SUV Isuzu Mu-X bersamaan dengan akan masuknya fase normal baru sekarang ini.

Bambang Satrio Wicaksono, Marketing Division Head Astra Isuzu, mengatakan program ini diberikan khusus di masa pandemi COVID-19 agar pelanggan semakin hemat dan nyaman dalam menjalani new normal.

Program Isuzu itu meliputi penawaran tiga tahun bebas perawatan dengan Xserve Extra (gratis suku cadang, jasa, bahan) selama 3 tahun/40.000 km.

Selain itu, masih ada banyak bonus lainnya yang bisa didapatkan oleh pelanggan, seperti voucher belanja, free luxury carpet, free kaca film Llumar, free rear camera, dan free insurance, jelas Bambang dalam siaran pers, Kamis (18/6/2020).

Program ini berlaku nasional mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2020 di seluruh cabang Astra Isuzu.

Baca Juga: Hingga Akhir Tahun, Ditargetkan Terjual 700 Isuzu MU-X

Model terbaru, Isuzu mu-X tipe i-Series diluncurkan pada GIIAS 2019. Isuzu mu-X tipe i-Series yang mengusung konsep Drive with Confidence adalah tipe yang dihadirkan oleh Isuzu Indonesia untuk mengisi segmen SUV high 7-seaters. [Antara]

Post oleh Result HK

90 Persen Dana BLT Desa Sudah Tersalurkan

Suara.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan pemerintah sudah menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) Desa sebanyak 65.736 desa atau 90 persen dari total jumlah desa yang sudah menerima dana BLT Desa

Sehingga masih ada 10 persen yang belum menerima dana desa.

“Data BLT dana desa yang sudah menyalurkan ada 65.736 atau 90 persen dari total desa yang sudah menerima dana desa. Jadi ada desa yang belum menerima dana desa,” ujar Abdul dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (17/6/2020).

Abdul memaparkan terdapat 291 kabupaten/kota yang realisasi pencairan dana BLT Desa sudah mencapai 100 persen.

Kemudian 81 kabupaten/kota yang realisasi pencairannya dalam posisi 75-99 persen, 24 kabupaten/kota yang posisi realisasi pencairannya 50 sampai 74 persen.

Baca Juga: BLT Dana Desa Ditargetkan Cair Rp 42 Triliun Sampai Semester I 2020

Selain itu pencairan dana yang masih di posisi 1 sampai 49 persen ada di 27 kabupaten. 11 kabupaten/kota di Papua yang realisasi pencairannya masih di posisi nol persen.

“Yang masih nol persen ada 11 kabupaten yang rata-rata di Papua. Nah 11 kabupaten kota ini kemungkinan ada 2, satu memang belum salur. Atau kedua, sudah salur cuma belum bisa laporan karena kondisi geografis,” ucap dia.

Tak hanya itu, Abdul menyebut sebanyak 6,88 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan BLT Dana Desa. Dari jumlah tersebut, ada 272.491 KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun.

Baca Juga: Pencairan Dana Desa Dipercepat untuk Tanggulangi Covid-19

Bahkan 1,88 juta KPM adalah perempuan yang merupakan kepala keluarga.

“Yang mendapat BLT dana desa ada 272.491 KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun. Sedangkan, ini yang menarik, 1,8 juta keluarga penerima manfaat adalah perempuan kepala keluarga. Jadi lumayan besar perempuan kepala keluarga (PeKa) yang menerima BLT dana desa dengan total Rp 4,12 triliun,” katanya.

Bunuh Gorila Gunung, Empat Pria Ini Langsung Ditangkap

Suara.com – Dengan jumlah tak sampai 1.500 di wilayah Afrika, gorila gunung merupakan spesies gorila langka yang sangat dilindungi. Empat orang pria ditangkap setelah mereka terlibat dalam pembunuhan gorila gunung bernama Rafiki.

Spesies gorila gunung jantan yang telah dewasa biasanya mendapatkan julukan silverback mengingat mereka mempunyai warna keabu-abuan di punggungnya.

Rafiki, anggota kelompok gorila Nkuringo di Bwindi Impenetrable National Park, dilaporkan hilang pertama kali pada tanggal 1 Juni 2020.

Pencarian di hari berikutnya berakhir memilukan di mana para petugas menemukan mayat Rafiki pada area bernama Hakato di taman nasional.

Sebuat laporan post-mortem menemukan bahwa Rafiki meninggal setelah mengalami cedera oleh alat atau benda tajam yang menembus perut dan organ bagian dalam.

Baca Juga: Melihat Pemberian Makan Gorila di Kebun Binatang Ragunan, Seperti Apa?

Pengumuman penangkapan empat orang yang terlibat pembunuhan gorila gunung. (Twitter/ ugwildlife)

Menurut rilis resmi pihak berwenang setempat, di antara empat pria yang ditangkap, salah satunya merupakan seorang pria dari sebuah desa dekat Bwindi Impenetrable National Park.

Ia mengaku membunuh hewan tersebut dengan tombak setelah dirinya mengklaim bahwa sang gorila telah mengejar dia dan ketiga temannya.

Seorang tersangka kedua ditemukan memiliki daging babi hutan dan beberapa alat berburu termasuk tombak, tali penjerat, serta kawat pengikat.

Baca Juga: Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Rilis resmi dari Uganda Wildlife Authority tentang penangkapan pelaku pembunuhan gorila gunung. (Twitter/ ugwildlife)

Nkuringo adalah kelompok gorila yang terbiasa menduduki bagian selatan taman nasional lebih dari dua dekade terakhir.

Kelompok tersebut dinamakan demikian karena dipimpin oleh ayah dari Rafiki bernama Nkuringo.

Karena kematian Rafiki, kelompok Nkuringo kini memiliki 17 anggota yaitu satu silverback, delapan betina dewasa, dua remaja, tiga bayi, dan tiga blackback, yang merupakan gorila muda berusia antara 8 hingga 12 tahun.

Seperti namanya, gorila gunung (Gorilla beringei beringei) hidup di ketinggian pegunungan sekitar 8.000 hingga 13.000 kaki atau 2438-4.000 dpl.

Dikutip dari IFLScience, hilangnya habitat, perburuan ilegal, dan penyakit mengancam keberadaan spesies gorila gunung atau silverback.

IUCN Red List memasukkan gorila gunung dalam kategori hewan yang Terancam Punah.

Meskipun populasi cukup meningkat, namun keberadaan individu dewasa yang tersebar di hutan Rwanda, Uganda, dan Republik Demokratik Kongo hanya ada sekitar 600 ekor.

Kabar kematian gorila gunung langka tentunya menjadi alarm tersendiri untuk petugas hutan dan konservasionis mengingat perburuan ilegal masih banyak di wilayah Afrika.
Pengeluaran HK

Pembersih Vagina Berbahaya dan Tidak Ada Gunanya

Suara.com – Sama seperti konstruksi kecantikan, vagina ideal juga dikonstruksi untuk bersih dan bau wangi tanpa keputihan. Tak heran berbagai produk pembersih dan pewangi vagina mulai berseliweran di pasaran. 

Padahal, pembersihan vagina dalam kesehatan tidak begitu disarankan. Hal tersbeut dinyatakan oleh Deborah Bateson, Profesor Clinical Associate bidang Obstetrics, Gynaecology dan Neonatology, Universitas Sydney melalui The Conversation

“Penting untuk memahami mengapa membersihkan vagina tidaklah disarankan,” tulis Bateson.

Saran untuk tidak membersihkan vagina disebut karena vagina bisa membersihkan diri sendiri. Sementara itu, keputihan ternyata juga berperan pada kesehatan kewanitaan. 

“Keputihan yang sehat berasal dari cairan dari dinding vagina, mukus dari serviks serta lactobacilli, dan karena lingkungan vagina terpengaruh secara hormonal, jangan heran dengan perbedaan volume keputihan sepanjang bulan, ini benar-benar normal,” catat Bateson.

“Selain memberikan lingkungan yang protektif, keputihan menyediakan lubrikasi alami dengan sekitar 1 sampai 4 ml cairan diproduksi tiap 24 jam,” tambahnya.

Baca Juga: Bibir Vagina Berubah Warna Jadi Hitam, Normalkah?

Menurutnya, keputihan yang sehat memiliki ciri khas aroma, terkadang aromanya lebih menyengat tapi itu normal karena keringat di permukaan. Sehingga, meski pembersihan dalam vagina tidak disarankan, namun menjaga kebersihan permukaan luar tetap diperlukan. 

Pembersihan vagina yang ada di pasaran nyatanya bisa memengaruhi lingkungan vagina itu sendiri. 

“Cairan pembersih buatan sendiri biasanya mengandung air dan cuka, dan produk komersil mengandung antiseptik dan wewangian yang bisa mengurangi lactobacilli serta mengurangi efek protektif keputihan,” tulisnya.

Baca Juga: Heboh Sarah Kiehl Lelang Keperawanan, Yuk Intip 4 Mitos Vagina

Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Sementara metode pembersihan dengan penguapan atau ratus vagina juga cenderung lebih berbahaya. 

“Terlepas dari risiko terbakar dan melepuh, ada banyak alasan untuk tidak melakukan penguapan vagina. Tidak hanya uap memiliki efek mengeringkan pada vagina, tapi juga bisa mengganggu mikrobioma vagina dan mengurangi pelindung alami tubuh melawan infeksi,” tulis Bateson.

Ia juga menegaskan, metode penguapan ini tidak berefek pada rahim perempuan. Tidak ada manfaat dari pengobatan pada metode ratus terhadap kadar hormon perempuan.

Tujuh Bahan Alami Mengobati Asam Lambung, Mudah dan Murah!

Suara.com – Obat asam lambung memang sudah banyak di pasaran, tetapi jika Anda mengurangi bahan kimia maka bisa mengobati keluhan tersebut dengan bahan herbal.

Malansir dari Healthline, asam lambung sendiri terjadi ketika asam lambung berbalik arah dan kembali ke kerongkongan. Hal tersebut akan mengakibatkan nyeri ulu hati atau heartburn

Dialihbahasakan dari NDTV, berikut adalah beberapa obat asam lambung herbal yang dianggap manjur dan mudah didapatkan, antara lain:

1. Daun Basil

Sifat menenangkan dan karminatif daun basil dapat memberi Anda bantuan instan dari asam labung.  Caranya, Anda perlu makan beberapa daun basil atau rebus 3-4 daun basil dalam secangkir air dan biarkan mendidih selama beberapa menit.

Baca Juga: Cara Mengobati Asam Lambung di Rumah dengan Ramuan Herbal

Menghirupnya juga bisa jadi salah satu solusi obat asam lambung rumahan. 

2. Kayu Manis

Bumbu sederhana ini berfungsi sebagai antasid alami untuk keasaman lambung dan dapat menenangkan perut Anda. Kayu manis juga bisa meningkatkan pencernaan dan penyerapan.

Baca Juga: Tetap Enak Dikonsumsi saat Sahur, Ini 5 Minuman untuk Cegah Asam Lambung

Untuk mengatasi asam lambung, cobalah minum teh kayu manis untuk menyembuhkan infeksi di saluran pencernaan. Kayu manis adalah pembangkit tenaga nutrisi dan sarat manfaat kesehatan.

3. Cengkeh

Cengkeh bersifat karminatif, sehingga mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan. Tambahkan cengkeh saat memasak makanan seperti kacang merah  yang cenderung menyebabkan perut kembung.

Anda bahkan dapat memakan cengkeh dan kapulaga yang dihancurkan (dicampur dalam jumlah yang sama) untuk mengobati asam lambung dan menghilangkan bau mulut.

4. Biji Jintan

Biji jintan berfungsi sebagai penetral asam, membantu pencernaan, dan meredakan sakit perut. Hancurkan sedikit biji jintan bakar, aduk ke dalam segelas air dan minumlah setelah makan.

Ilustrasi konsumsi jahe. [shutterstock]

5. Jahe

“Jahe memiliki sifat pencernaan dan anti-inflamasi yang sangat baik”, kata Dr. Ahuja dari Fortis Hospital India.

Untuk membantu menetralkan asam lambung, Anda bisa mengunyah seiris jahe segar atau sesendok jus jahe dua-tiga kali sehari. Anda juga bisa minum jahe yang telah direbus dengan air mendidih. 

6. Pisang

Pisang mengandung antasida alami yang dapat bertindak sebagai penyangga terhadap refluks asam. Pisang adalah obat rumah paling sederhana untuk menghilangkan keasaman pada lambung. 

7. Air Kelapa

“Ketika Anda minum air kelapa, pH asam tubuh Anda berubah menjadi basa,” tambah Dr. Ahuja.

Air kelapa juga membantu menghasilkan lendir di perut  yang melindungi dari efek berbahaya produksi asam yang berlebihan. Karena kaya akan serat, air kelapa membantu pencernaan dan mencegah munculnya kembali asam lambung.