Kasus Covid-19 di DIY Tambah 35 Pasien Baru, Sleman Masih Terbanyak

Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Kasus sembuh paling banyak dari Sleman yang mencapai 31 kasus.

SuaraJogja.id – Kasus positif COVID-19 di DIY sudah tembus di angka 3.064 orang. Angka ini muncul setelah hasil pemeriksaan  661 sampel dan 646 orang menunjukkan ada tambahan 35 kasus baru, Minggu (11/10/2020).

“Sebelumnya pada Sabtu (10/10/2020) ada tambahan 69 kasus baru. Jumlah ini dari hasil pemeriksaan 607 sampel dan 560 orang,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih saat dikonfirmasi, Minggu Sore.

Sleman kembali mencatatkan kasus paling banyak yang mencapai  15 kasus. Disusul Bantul dengan 11 kasus baru. Gunung Kidul menambah 5 kasus baru, Kulon Progo 3 kasus dan Kota Yogyakarta dengan 1 kasus baru.

Kasus paling banyak dari hasil tracing kontak kasus sebelumnya. Yakni kasus 3039 dan 3040 dari hasil tracing kontak kasus positif. Kasus 3041 laki laki, 44 tahun asal Bantul dari hasil tracing kontak kasus 2804 dan kasus 3042 perempuan, 22 tahun asal Bantul dari hasil tracing kontak kasus positif.

Begitu pula kasus 3047 sampai kasus 3056 hasil tracing kontak kasus positif. Kasus 3065 dan 3066 hasil tracing kontak kasus 2687. Kasus 3067 perempuan, 24 tahun asal Gunung Kidul dari hasil tracing kontak kasus 2902. 

Kasus 3068 laki laki, 20 tahun asal dari hasil tracing kontak kasus positif. Kasus 3069 laki laki, 3 tahun asal Bantul hasil tracing kontak kasus 2819.

Sementara 10 kasus masih dalam penelusuran. Yakni kasus 3035 sampai 3038, kasus 3043 dan 3044 dan kasus 3057 sampai 3059.

“Selain itu kasus 3063 perempuan, 52 tahun dari Sleman,” jelasnya.

Berty menambahkan, dua kasus lain dari hasil skrining karyawan. Sedangkan 3 kasus lain merupakan pelaku perjalanan dan 1 kasus sisanya hasil dari skrining karyawan kesehatan.

Sementara 37 kasus dinyatakan sembuh dari COVID-19. Dengan tambahan 37 kasus ini maka total kasus sembuh di DIY mencapai 2273 kasus.

129 RT di Jakarta Kebanjiran Usai Hujan Deras, Ini Daftarnya

Ilustrasi banjir di Jakarta. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

SuaraJakarta.id – Hujan deras mengguyur Jakarta pada Sabtu (10/10/2020) sore hingga malam hari. Akibatnya, ratusan RT di Ibu Kota kebanjiran.

Kepala Badan Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Insaf mengatakan, hingga Minggu (11/10/2020) pagi, total RT yang terendam air di Jakarta berjumlah 129.

“Jumlah RT tergenang 129 RT atau 0,42 persen dari total RT,” ujar Insaf kepada wartawan.

Ia menyebut RT yang kebanjiran tidak merata di seluruh wilayah ibu kota. Pemukiman warga yang terendam hanya terdapat di tiga kota, yakni Jakarta Selatan, Barat, dan Timur.

Rinciannya, di Jakarta Selatan 53 RT, Jakarta Barat 19 RT, dan Jakarta Timur 57 RT. Tinggi muka genangan air juga berbeda-beda di tiap lokasi.

Ada wilayah yang tergenang sekitar 10 sentimeter, 30 sentimeter, 70 sentimeter, hingga lebih dari 1,5 meter.

Pada Minggu sore hingga malam, sejumlah jalan juga sempat tergenang air. Namun Insaf menyebut saat ini seluruh jalan sudah tak ada lagi yang kebanjiran.

“Jalan tergenang sudah surut semuanya,” pungkasnya.

Berikut jumlah RT yang banjir di tiap kota berdasarkan ketinggiannya.

– Jakarta Selatan terdapat 53 RT:
Ketinggian 10 – 30 cm: 11 RT
Ketinggian 31 – 70 cm: 25 RT
Ketinggian 71 – 150 cm: 15 RT
Ketinggian > 150 cm : 2 RT

– Jakarta Barat terdapat 19 RT:
Ketinggian 10 – 30 cm: 13 RT
Ketinggian 31 – 70 cm: 6 RT

– Jakarta Timur terdapat 57 RT:
Ketinggian 10 – 30 cm: 15 RT
Ketinggian 31 – 70 cm: 32 RT
Ketinggian 71 – 150 cm: 10 RT

Aa Gym Angkat Bicara Soal Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Suara.com – KH Abdullah Gymnastiar, atau yang akrab disapa Aa Gym, angkat bicara terkait aksi penolakan pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat sejak 6-8 Oktober 2020.

“Kepada saudara-saudaraku yang sedang berunjuk rasa, kami sangat memahami kekecewaan atas adanya UU ini,” kata Aa Gym dikutip dari video YouTube di akun AaGym Official, Sabtu (10/10/2020).

Aa Gym turut pula mengajak semua pihak untuk menahan diri dan berbuat semampunya agar kericuhan terkait pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Selengkapnya dalam video di atas.

Creative/Video Editor: Ade Dianti/Andika Bagus

Bejat! Kakek di Kuansing Tega ‘Gituin’ Lima Bocah di Bawah Umur

Ilustrasi pencabulan. (Foto: via Batamnews.co.id)

Kakek berinisial Kos (63) warga Kabupaten Kuansing, kini pelaku sudah ditangkap dan berada dibalik jeruji besi.

SuaraRiau.id – Seorang kakek di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.

Kakek berusia 63 tahun ini diduga menyetubuhi dan mencabuli anak di bawah umur. Korbannya 5 bocah di bawah umur, tiga di antaranya diduga disetubuhi dan dua lagi diduga dicabuli.

Kakek bejat berinisial Kos (63) warga Kabupaten Kuansing, kini pelaku sudah ditangkap dan berada dibalik jeruji besi.

Kasusnya pun sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing. Namun karena belum lengkap berkas tersebut dikembalikan untuk dilengkapi (P19).

“Tersangka sudah ditahan, posisi kasus kini P19 (berkas belum lengkap),” ujar Kajari Kuansing melalui Kasi Pidum Kejari Kuansing, Samsul Sitinjak kepada Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), Kamis (8/10/2020).

Samsul mengatakan, kasus ini terbongkar awalnya ada salah satu anak yang diduga menjadi korban memberitahukan kepada salah satu tetangga.

Kemudian tetangga korban menyampaikan hal tersebut kepada orang tua korban. Orang tua korban langsung membuat laporan polisi.

“Pelaku ditangkapnya pada Rabu, 12 Agustus 2020,” kata Samsul.

Dari keterangan tersangka terakhir, pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut pada Kamis, 30 Juli 2020.

“Korban lima orang masih anak-anak berumur 7 tahun, 8 tahun dan sisanya 5 tahun,” katanya.

Makin Sulit Napas Saat Hujan, Cerita Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19

[Ilustrasi] Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Akhirnya, ia bersama teman-teman melebarkannya dengan cangkul. Padahal saat itu, pemakaman dilakukan pada malam hari.

SuaraJogja.id – Memakamkan jenazah Covid-19 meninggalkan banyak cerita bagi Wiyanto (45), warga Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri. Ia merupakan salah satu petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Wonogiri.

Menurut cerita yang ia sampaikan, sebagai anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dirinya pernah mengikuti pelatihan pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di ruang jenazah rumah sakit.

Pelatihan tersebut, kata dia, difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Wiyanto mengatakan bahwa jenazah yang dimakamkan dengan prosedur jenazah Covid-19 tak hanya pasien yang terkonfirmasi positif, tetapi juga pasien suspek dan kontak erat.

“Setelah mendapat pelatihan, saat itu belum ada pasien yang meninggal akibat Covid-19. Jadi belum langsung terjun mempraktikkan. Namun pada akhir-akhir ini banyak pasien Covid-19 yang meninggal,” kata dia kepada wartawan di Kantor BPBD Wonogiri, Rabu (7/10/2020).

Dilansir SoloPos.com — jaringan Suara.com, hingga saat ini Wiaynto mengaku sudah memakamkan jenazah sebanyak 20 kali.

Rasa takut hingga sesak napas menjadi pengalaman yang tak bisa dilupakan Wiyanto, termasuk dalam sehari pernah memakamkan empat jenazah.

Wiyanto, 45, warga Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, salah satu orang yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Wonogiri. (Solopos/M. Aris Munandar)

Kali pertama, ia memakamkan jenazah di Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Pada saat itu, ia merasa ketakutan saat memakamkan meskipun sudah dilengkapi alat perlindungan diri.

Namun kini, karena sudah terbiasa, ia bersama teman-temannya mengaku sudah tidak takut.

Salah satu pengalaman yang membuat terkesan yakni saat memakamkan jenazah di Kecamatan Girimarto. Saat itu, liang lahad yang sudah dibuat tidak muat diisi peti. Akhirnya, ia bersama teman-teman melebarkannya dengan cangkul. Padahal saat itu, pemakaman dilakukan pada malam hari.

14 Organisasi Ini Akan Turun Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Makassar

Ribuan buruh melakukan long march menuju Istana Merdeka ketika melakukan aksi unjuk rasa melintasi Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (1/9).

Ratusan hingga ribuan pengunjuk rasa akan tersebar di sejumlah lokasi di Kota Makassar

SuaraSulsel.id – Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Makassar akan dilakukan oleh sejumlah lembaga. Ratusan hingga ribuan pengunjuk rasa akan tersebar di sejumlah titik aksi di Kota Makassar.

Informasi yang diperoleh SuaraSulsel.id lembaga dari buruh dan mahasiswa yang akan turun aksi hari ini, Rabu 7 Oktober 2020 adalah :

1.FSPBI
2.FSP TRASINDO
3.SPN SulSel
4.HMI Korkom Perintis Cabang Makassar
5.Gerakan Mahasiswa Sospol Unismuh Makassar
6.Aliansi Mahasiswa UINAM
7.Aliansi Sospol Memanggil
8.STIM LPI
9.HMI Komisariat UNM
10.Aliansi Mahasiswa Unhas
11.Aliansi Makar
12.Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulsel
13.Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM)
14.Aliansi Barisan Rakyat Bergerak (BARBAR)

Rencana aksi unjuk rasa menolak Omnibus Lawa pada Rabu, 7 Oktober 2020 akan digelar di sejumlah lokasi.

Berikut 10 lokasi yang dilaporkan akan menjadi lokasi aksi mahasiswa dan buruh hari ini, Rabu 7 Oktober 2020:

1.Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin
2.Monumen Mandala Jalan Jendral Sudirman
3.Kantor DPRD Sulsel
4.Jalan Layang Urip Sumoharjo
5.Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar Jalan Sultan Alauddin
6.Kampus UIN Alauddin Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar
7.Depan Gedung Phinisi Kampus UNM Jalan AP Pettarani
8.Pintu 1 Kampus Unhas Tamalanrea
9.Depan Kampus Universitas Muslim Indonesia
10.Perbatasan Gowa dan Makassar

Brimob Batalyon A Pelopor akan melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Makassar. 

Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto menuturkan, Brimob akan melakukan penjagaan di sejumlah titik. Seperti Perlimaan Bandara Sultan Hasanuddin, Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, dan Kantor DPRD Provinsi Sulsel.

“Hal yang kita jaga jangan sampai tindakan anarkis dan pengrusakan,” jelas Darminto.

Darminto mengaku, menerjunkan sejumlah personel untuk menjaga dan mengawal aksi. Mengerahkan 3 SSK Personel PHH (Penindakan Huru Hara), ditambah 3 Tim Personel Anti Anarkis.

MAMPU, Program Kesetaraan Gender Indonesia – Australia berakhir Tahun Ini

Suara.com – Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan — MAMPU — yang menjadi kerjasama antara Australia dan Indonesia akan berakhir tahun ini.

Selama delapan tahun, program tersebut diklaim telah meraih berbagai pencapaian termasuk membantu pemberdayaan lebih dari 70.000 perempuan.

Puluhan ribu perempuan itu dilibatkan di lebih dari 3.500 kelompok lokal di 27 provinsi di Indonesia.

MAMPU sendiri diinisi dari Pemerintah Australia (DFAT – The Australian Department of Foreign Affairs and Trade) dan Indonesia melalui BAPPENAS untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

MAMPU telah bekerja sama dengan 13 organisasi dan lebih dari 100 Mitra lokal di 1.000 desa di seluruh Indonesia. 

“Tahun ini menandai selesainya Program MAMPU dengan banyak capaian dan perubahan yang telah diraih baik di tingkat komunitas, daerah, maupun nasional. Hasilnya telah membawa perubahan positif sekaligus memberikan pengalaman dan pembelajaran yang mempengaruhi kapasitas, suara, dan pengaruh perempuan. Serta akses mereka ke layanan pemerintah yang semakin baik,” kata Team Leader MAMPU Kate Shanahan dalam konferensi pers, Senin (5/10/2020).

Ia menambahkan, MAMPU menjangkau perempuan yang terpinggirkan di akar rumput melalui kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam jaringan Mitra MAMPU.

Menurutnya, perempuan di Indonesia, khususnya dengan ekonomi miskin masih mengalami ketertinggalan diberbagai bidang pembangunan, terutama di bidang partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik. 

Dari data UNDP tahun 2018 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 103 dari 162 negara dalam Indeks Ketidaksetaraan Gender.

Perempuan miskin tidak memiliki cukup akses dan sumber daya untuk dapat menjangkau berbagai program Pemerintah.

Satpol PP Makassar Bubarkan Acara Senam Dalam Mal

Satpol PP Kota Makassar membubarkan acara senam di Mal Panakkukang Square, Minggu sore (5/10/2020) / Foto : Satpol PP Kota Makassar

Jika penyelenggara atau pengelola tempat berani melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, akan dijatuhi sanksi denda Rp 10 juta

SuaraSulsel.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Iman Hud mengatakan, telah membubarkan acara senam di Mal Panakkukang Square. Karena tidak Memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Iman mengatakan, acara senam digelar Minggu sore (5/10). Petugas Satpol PP Kecamatan Panakkukang yang menerima informasi langsung datang ke lokasi. Memberikan edukasi dan teguran.

“Alhamdulillah penyelenggara dan peserta mau menerima. Jadi tidak perlu pembubaran paksa,” kata Iman kepada Suarasulsel.id, Senin (5/10).

Iman mengatakan, sanksi yang dijatuhkan hanya teguran tertulis. Jika penyelenggara atau pengelola tempat berani melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, akan dijatuhi sanksi denda Rp 10 juta.

“Sesuai Perwali 51 dan 53,” kata Iman.

Dia mengatakan, acara senam dalam mal sangat rentan menjadi klaster. Karena berada dalam ruangan.

Sirkulasi udara dalam mal tidak sama ketika melakukan kegiatan di luar ruangan. Sehingga peserta harus membuka masker. Jika ingin mendapatkan oksigen yang cukup.

“Namanya olahraga pasti butuh oksigen. Jadi harus buka masker,” kata Iman.

Ketika peserta membuka masker, peluang droplet menyebar sangat besar. Ditambah lagi kerumunan yang ditimbulkan. Sebab bukan hanya peserta senam yang tidak jaga jarak. Pengunjung mal yang melintas juga singgah menonton.

“Makanya berbahaya,” kata Iman.

Satpol PP Bogor Minta Maaf Borgol Jamaah Habib Nabil Tak Pakai Masker

Aksi borgol yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 19 September 2020 dengan murid Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi kini berujung damai. (dok pribadi)

Hal tersebut terjadi setelah perwakilan dari Satpol PP Kabupaten Bogor yang langsung mengunjungi kediaman pimpinan Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah berlokasi di Ciawi,

SuaraJakarta.id – Aksi borgol yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 19 September 2020 dengan murid Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi kini berujung damai.

Hal tersebut terjadi setelah perwakilan dari Satpol PP Kabupaten Bogor yang langsung mengunjungi kediaman pimpinan Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah berlokasi di Ciawi, Bogor.

Ketika dikonfirmasi Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi mengatakan, setelah perwakilan anggota Satpol PP datang ke kediamannya dengan menjelaskan kronologis semuanya akhirnya permasalahan telah selesai.

Sosok pria yang diborgol karena tak pakai masker di Bogor, Andi Albar. (Suara.com/Andi)

“Dengan wasilah dari Bupati Bogor, Ade Yasin, beliau (Satpol PP) respon dengan cepat usai telpon tadi pagi dan langsung ditanggapi, dan akhirnya kami dan Satpol PP sudah berkomunikasi dan saling memaafkan tadi sore,” kata Habib Nabil saat dihubungi Suarajakarta.id, Sabtu (3/10/2020) malam.

Habib mengungkapkan, saat tadi bertemu perwakilan dari Satpol PP Kabupaten Bogor menjelaskan kronologis aksi borgol yang dilakukan anggotanya dan ternyata aksi itu spontanitas.

“Tadi sudah dijelaskan banyak, memang manusia itu tidak lepas dari kekhilafan, mungkin hari ini Satpol PP yang buat kesalahan, kita semuanya selalu salah namanya juga manusia dan tadi sudah di klarifikasi,” jelasnya.

Ia juga berharap, kepada Satpol PP Kabupaten Bogor agar melakukan tindakan yang lebih baik lagi, dan mencari trobosan lain supaya tidak ada nilai negatif dari semua kalangan.

“Tadi juga sudah disampaikan akan melakukan tindakan yang humanis lagi katanya, dan apapun yang terjadi semuanya ada hikmahnya, semoga dari sini ada pelajaran yang berharga,” tukasnya.

Seorang pengendara roda dua bernama Andi Albar saat memperlihatkan tangannya di borgol karena tidak mengguna masker di Jalan Raya Puncak Bogor Jawa Barat. (Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi).

Dihubungi terpisah, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Iman Budiana mengungkapkan, mengenai permasalahan pada aksi yang dilakukan oleh anggotanya, hari ini terjawab sudah permasalahan tersebut.

“Alhamdulilalh semuanya telah selesai dengan klarifikasi pada pertemuan tadi, diterima dengan baik dan tabayun,” singkatnya.

Samsung Galaxy S20 FE Siap Dijual Umum, Ini yang Perlu Anda Tahu

Suara.com – Samsung Galaxy S20 FE sudah selesai dengan pre-order dan sekarang sudah dijual secara umum di beberapa negara. Ponsel anyar ini ditawarkan dalam dua model, baik versi 4G maupun Galaxy S20 FE 5G.

Ada beberapa detail khusus negara yang harus Anda ketahui. Di AS, ada dua model 5G yang kedua adalah S20 FE 5G UW Verizon. Anda akan menemukan di Verizon.com, model 5G biasa dapat diperoleh di Samsung.com atau dari operator dan pengecer.

Di Inggris, model 4G dijual seharga 600 poundsterling atau sekitar Rp 11,55 juta dan versi 5G seharga 700 poundsterling atau kisaran Rp 13,48 juta, Anda dapat menemukannya diberbagai e-commerce termasuk toko Samsung Experience.

Sebagaimana melansir laman GSM Arena, Sabtu (3/10/2020), di Jerman, peluncuran S20 FE bertepatan dengan peluncuran Galaxy Fit2. Ponsel ini dapat menjadi milik Anda dengan harga 633 euro atau Rp 11,04 juta (4G) atau 730 euro atau senilai Rp 12,73 juta (5G), smart band seharga 48 euro (Rp 836 ribuan).

Samsung Galaxy S20 SE. [Samsung Indonesia]

Lain lagi jika Anda membeli Samsung di Italia cukup sibuk. Jika Anda membeli S20 FE (4G atau 5G) plus Galaxy S20 / S20 +, Anda akan mendapatkan bonus 100 euro cashback melalui aplikasi Anggota Samsung, yang dapat Anda tukarkan sebelum 30 Oktober mendatang, saat membeli barang dari Samsung.com atau toko fisik. Anda juga bisa mendapatkan diskon 100 euro untuk Galaxy Tab S6 Lite (Wi-Fi atau 4G).

Seperti diketahui, di Indonesia sendiri Samsung Electronics untuk pertama kalinya mengumumkan kehadiran Galaxy S20 Fan Edition (FE) dalam sebuah acara yang digelar secara virtual pada Rabu malam (23/9/2020).

Samsung Indonesia juga sudah membuka program pre-order Samsung Galaxy S20 FE mulai 24 September dengan harga Rp 9,999 juta.