Kasus Positif Corona Terus Bertambah, DPR: Bukan Berarti PSBB Gagal

Suara.com – Anggota Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR Arteria Dahlan menilai kasus positif virus corona yang semakin tinggi bukan berarti pemerintah gagal dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia.

Arteria menyebut peningkatan jumlah kasus positif corona itu bisa saja disebabkan oleh alat pengetesan yang semakin banyak dan kesadaran masyarakat untuk tes corona semakin tinggi.

“Kalau sekarang ditemukan banyaknya pihak yang terpapar bukan berarti kebijakan PSBB-nya gagal, bisa saja kemarin alat tesnya belum hadir, kemarin kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatannya belum ada,” kata Arteria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai sekarang adalah saat yang tepat untuk beradaptasi dengan virus corona dengan tetap beraktivitas namun tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19.

“Jalannya adalah bagaimana kita covidnya ada tapi kita enggak sakit, jadi kita jangan terlalu berprasangka buruk, kita harus optimis karena langkah-langkah yang diambil pemerintah ini sudah benar,” ucapnya.

Menurut dia, parameter kegagalan dalam penanganan COVID-19 dilihat dari angka pasien meninggal dari virus tersebut.

Jika persentase angka meninggal sudah tinggi dari jumlah pasien positif, di situlah pemerintah bisa dianggap gagal.

Hingga kini, kata dia, kemampuan orang untuk sembuh dari COVID-19 masih terbilang tinggi.

Diketahui hingga Sabtu (23/5/2020) total kasus pasien positif virus corona covid-19 sudah mencapai 21.745 orang, 5.249 orang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan 1.351 meninggal dunia.

Tok! Pemerintah Putuskan Hari Raya Idul Fitri Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

Suara.com – Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu (24/5/2020). Dengan begitu, masyarakat muslim di tanah air akan merayakan Idul Fitri tahun 2020 pada akhir pekan ini.

Keputusan tersebut diperoleh dari hasil sidang isbat yang digelar Kemenag pada Jumat (22/5/2020).

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa sidang isbat menggunakan dua metode yakni metode hisab dan metode rukiyat atau melihat keberadaan hilal secara langsung.

“Dengan dua hal tadi yaitu hisab masih di bawah ufuk dan rukiyat, sidang isbat menyatakan bahwa 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad tanggal 24 Mei,” kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat.

Fachrul menjelaskan, pengamatan hilal dilakukan di puluhan titik di 34 provinsi sejak sore hari. Dari laporan yang diterima di 80 titik tidak melihat hilal.

“Semuanya melaporkan tidak melihat hilal,” pungkasnya.

Pemprov Telah Tes PCR 120.321 Warga Jakarta

Suara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test corona Covid-19. Hingga sekarang, sudah ada 120.321 warga yang diperiksa.

Baru-baru ini, Pemprov DKI telah membangun laboratorium satelit untuk melakukan tes corona. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Dinkes) DKI Ani Ruspitawati mengatakan laboratorium darurat ini berada di halaman RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR. Di antaranya adalah dengan membangun laboratorium satelit COVID-19 yang berlokasi di lahan RSUD Pasar Minggu,” ujar Ani dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara.com, Kamis (21/5/2020).

Ia mengatakan laboratorium satelit itu telah beroperasi sejak 9 April 2020. Meski dibuat darurat, lab tersebut juga terhubung dengan 27 lab resmi Pemprov yang melayani pengujian asesmen corona.

Ia menjelaskan, lab satelit ini, mampu melakukan tes corona sebanyak 576 spesimen per harinya. Sementara Labkesda DKI, salah satu lab yang melakukan tes corona di Jakarta, setiap harinya mampu melakukan tes terhadap 864 spesimen.

“Sementara di laboratorium satelit COVID-19 terdapat 576 spesimen per hari yang dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Dengan kapasitas tambahan itu, tes PCR pada 20 Mei 2020 dilakukan pada 2.444 orang. Sebanyak 1.252 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 70 positif dan 1.181 negatif.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta, sampai dengan 20 Mei 2020 sebanyak 120.321 sampel,” tuturnya.

Diketahui, jumlah orang yang terjangkit virus corona Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga Kamis (21/5/2020), totalnya sudah menyentuh 6.220 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus dari China ini.

Dengan demikian, jumlahnya berarti bertambah 70 orang lagi yang terjangkit corona sejak kemarin, Rabu (20/5/2020). Selain itu dari keseluruhan jumlah positif, 12.783 orang mengidap corona tanpa merasakan gejala.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 1.536 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah 119 orang dari hari sebelumnya.

Sementara, 498 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah lima orang sejak kemarin.

Selain itu, 1.955 orang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 2.231 orang yang positif menjalani isolasi mandiri di tempatnya masing-masing.

Ada juga 1.792 orang di Jakarta yang berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pada tahapan ini, pasien sudah memiliki gejala corona dan tengah melalukan isolasi diri.

Virus Corona Covid-19 Bisa Menular dalam Jarak 6 Meter, ini Saran Peneliti!

Suara.com – Sejauh ini semua orang disarankan menjaga jarak fisik sepanjang 2 meter untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. Karena, virus ini bisa menular melalui tetesan cairan pernapasan tubuh ketika bersin atau batuk.

Tapi, fakta baru menemukan virus corona Covid-19 ini jauh lebih menular dari yang dibayangkan banyak orang. Dalam hal ini, seseorang juga perlu menghindari penularan virus melalui udara ketika seseorang bersin dan batuk.

Sebuah studi baru pun menemukan bahw jarak fisik 2 meter saja tidak cukup untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Meskipun penularan virus melalui udara masih belum jelas.

“Pemahaman kami tentang mekanisme penularan virus melalui udara masih belum lengkap. Tapi, ada kemungkinan dosis dan waktu pajanan akan menentukan risiko terjadinya infeksi virus,” kata Profesor Dimitris Drikakis , Wakil Presiden Kemitraan Global di Universitas Nicosia dikutip dari ZME Science.

Karena itu, skenario transmisi jarak fisik perlu dipertimbangkan lagi dengan mempertimbangkan kecepatan angin, kelembaban relatif dan suhu.

Ilustrasi batuk karena virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Studi ini bertujuan meningkatkan pemahaman banyak orang tentang infeksi virus melalui partikel cairan tubuh di udara ke manusia lainnya.

Drikakis dan Talib Dbouk dari Universita Nicosia pun menggambarkan proses air liur dari orang yang terinfeksi bertaburan di udara ketika batuk atau bersin menggunakan simulasi dinamika fluida komputasi.

Mereka memperhitungkan banyak faktor yang bisa memengaruhi penyebaran dan penguapan tetesan air liur, seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin dan tekanan.

Model penelitian ini melibatkan persamaan diferensial parsial pada 1.008 tetesan air liur dan menyelesaikan sekitar 3,7 juta persamaan secara total.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa sedikit hembusan angin sekitar 4 km/jam bisa menyebabkan partikel air liur menjangkau lebih dari 6 meter (18 kaki) hanya dalam 5 detik.

Artinya, ada peluang terjadinya infeksi virus corona Covid-19 melalui udara yang cukup besar. Terutama anak-anak dan orang dewasa yang tubuhnya lebih pendek, karena berisiko terinfeksi dari partikel kecil air liur tersebut.

“Temuan kami ini menunjukkan bahwa saat seseorang batuk, maka kecepatan angin di ruang terbuka akan memengaruhi jarak lintas tetesan air liur yang membawa penyakit menular,” jelas Drikakis.

Karena itu, jarak fisik 2 meter dinilai tidak cukup. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

Selain Pemersatu Bangsa, Ini 4 Julukan Tante Ernie dari Warganet

Suara.com – Jagat media sosial sempat dibuat ramai dengan kemunculan Tante Ernie pada Sabtu (19/5/2020).

Warganet ramai menuliskan cuitan soal Tante Ernie hingga kata kunci nama tersebut menempati jajaran trending topic Twitter.

BACA JUGA: Siapa Tante Ernie? Sosok yang Mendadak Mengguncang Twitter

Mulanya, tak sedikit orang yang dibuat bingung dengan Tante Ernie. Sampai pada akhirnya, identitas Tante Ernie terungkap.

Ya, dari hasil penelusuran ternyata Tante Ernie viral setelah muncul dalam acara podcast yang dipandu oleh penyiar radio Gofar Hilman.

Kala itu, perempuan tersebut didapuk menjadi bintang tamu podcast bertajuk “Tante Ernie, Tante Pemersatu Bangsa @SekutFM Eps 7” yang disiarkan pada Senin (19/5/2020) malam.

BACA JUGA: 5 Fakta Baru Tante Ernie, Tante Pemersatu Bangsa yang Lagi Viral

Semenjak acara tersebut tayang, Tante Ernie pun ramai diperbincangkan oleh warganet.

Pun setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata Tante Ernie bukanlah sosok baru di media sosial.

Tante Ernie [Instagram/@himynameisernie]

Ia dikenal sebagai selebgram yang kerap mencuri atensi dengan berbagai unggahan di media sosial pribadinya, @himynameisernie.

Bahkan saking dianggap memesona, Tante Ernie sudah memiliki 1 juta followers yang setia memantau setiap unggahannya.

Karena aksinya yang kerap pamer pose di Instagram tersebut, Tante Ernie pun dijuluki sebagai tante pemersatu bangsa.

BACA JUGA: Lagi Viral, Intip 5 Momen Tante Ernie Olahraga yang Bikin Keringetan

Namun seiring dengan sosoknya yang viral di media sosial, publik pun tak sekadar menjuluki ibu tiga anak tersebut sebagai tante pemersatu bangsa.

Berikut julukan usil warganet untuk Tante Ernie.

1. Mama Online

Terdapat julukan usil lainnya yang diberikan publik kepada Tante Ernie.

Salah satunya yakni mama online. Hal itu ditunjukkan lewat cuitan yang dicelotehkan oleh @ihwanfik**.

“The one and only Tante Ernie is mama online for netizen Indonesia,” tulisnya.

BACA JUGA: Lagi Viral, Ini 5 Potret Kece dan Seksi Ala Tante Ernie

2. Pemersatu pemuda sampai hansip komplek

Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa Tante Ernie sebagai pemersatu pemuda hingga hansip komplek.

“@pergijauh Ohh ini nih pemersatu para pemuda, bapak-bapak, sampai pak hansip komplek,” kata @MuhammadIs***.

Tante Ernie [Instagram/@himynameisernie]

3. Idaman pria dan wanita

Ada juga yang mengatakan bahwa Tante Ernie tak sekadar menjadi idaman para lelaki tapi juga kaum hawa.

“Yang jelas Tante Ernie punya 3 anak. Paling gede dah kuliah, terus SMA yang satunya lagi masih SD. Tante tuh sudah enggak cuma idaman para lelaki ya, tapi juga idaman kaum hawa juga. Siapa sih cewek yang gak kepengin di umur segitu punya badan seperti itu,” tulis @lukynugroh***.

4. Pengusa explore Instagram

Selain ketiga julukan itu, ada juga warganet yang menyebut Tante Ernie sebagai penguasa explore di Instagram karena wajahnya kerap muncul dalam pencarian.

“Tante Ernie penguasa explore Instagram, best in 62,” ujar @gala***.

Jelang Lebaran Daging Sapi Bercampur Daging Babi Dijual di Tangerang

SuaraBanten.id – Daging sapi bercampur daging babi dijual di Tangerang, Banten menjelang Idul Fitri atau lebaran. Hal itu diungkap Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang dan Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Daging sapi bercampur daging babi itu dijual di pasar Bengkok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di sana ditemukan daging sapi dioplos daging celeng atau babi. Hal itu setelah DKP dan polisi melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bengkok.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto memaparkan kronologis jika awalnya petugas mencurigai satu kios penjual daging. Pada saat diambil sample untuk diuji laboratorium terbukti jika daging yang dijual daging oplosan.

Dari 100 kilogram daging sapi yang dibawa, 36 kilogram diantaranya merupakan daging babi.

“Tim gabungan DKP dan Sat Reskrim Polres melakukan operasi pasar menjelang Idul Fitri, saat itu dilakukan pengecekan cepat dan salah satu lapak diketahui menjual daging babi hutan (celeng) yang dicampur dengan daging sapi segar,” jelas Sugeng pada Senin (18/5/2020).

Dari hasi temuan tersebut, ketika penyelidikan pelaku Ahmad (41) mengaku jika sengaja mencampurkan daging babi dengan daging sapi untuk mengambil keuntungan yang lebih besar. Dia menjual perkilo Rp 70 ribu dibawah harga pasar daging sapi seharusnya Rp 115 ribu.

“Modus pelaku ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak. Kalau daging sapi murni sekarang di pasar Rp 115 ribu, tapi pelaku menjual hanya Rp70 ribu dan dia mengaku bahwa ini adalah daging impor,” ungkap Sugeng.

Kemudian pelaku mengaku mendapatkan pasokan daging dari RMT alias Tarigan yang dikirim dari Palembang. Daging celeng yang didapatnya dari Tarigan dibeli seharga Rp35 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, Ahmad juga menambahkan formalin pada daging tersebut agar awet dan dapat disimpan lebih lama. Daging babi sisa yang tidak habis terjual disimpan kembali jadi satu dengan daging sapi lainnya kemudian disimpan dalam rak yang diberi balok es dan ditutup dengan karung.

“Pelaku mendapatkan daging babi dari RMT dan sudah berjalan sejak bulan Maret. Supaya awet daging-daging tersebut diberi tambahan bahan berbahaya berupa formalin,” terangnya.

Kini Ahmad dan Tarigan sudah ditahan di Mapolrestro Tangerang Kota dengan dugaan tindak pidana memalsukan produk hewan dan menggunakan bahan tambahan yang dilarang.

Serta terancam hukuman 5 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 2 Miliar.

Warga Semanu Berdesakan Ambil BST di Kantor Kecamatan, Ada yang Bawa Balita

SuaraJogja.id – Bantuan Sosial Tunai (BST) di DIY mulai dibagikan. Gunungkidul menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan pembagian BST tersebut. Dinas Sosial setempat bekerja sama dengan PT Pos bahu membahu membagikan kompensasi pandemi Covid-19 ini.

Sejumlah wilayah mulai melakukan pembagian BST tersebut di beberapa tempat, di antaranya di kantor kecamatan ataupun di balai desa. Masyarakat pun antusias menyambut bantuan tersebut, mengingat mereka telah banyak kehilangan penghasilan.

Salah satu pembagian yang disesalkan oleh berbagai pihak terjadi di wilayah Kecamatan Semanu, Minggu (17/5/2020). Di kecamatan ini, ribuan orang berdesak-desakkan ketika mengantre pengambilan bantuan sebesar Rp600 ribu itu di kantor kecamatan. Antrean bahkan mengular beberapa ratus meter keluar dari pintu gerbang kantor Kecamatan.

Warga tak lagi mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditentukan sebelumnya. Sebagian besar dari mereka, yang adalah ibu rumah tangga, berjajar dan berbaris berhimpitan satu sama lain, bahkan tak sedikit dari mereka yang membawa balita.

Berkali-kali petugas mencoba untuk mengingatkan para warga agar tidak berdesakan dan memperhatikan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun imbauan itu tampaknya tidak mempan untuk membubarkan kerumunan dan membuat membuat masyarakat menjaga jarak.

Bahkan ketika petugas Koramil dan juga petugas kepolisian berusaha menertibkan mereka, lagi-lagi masih banyak warga yang tetap enggan untuk berperilaku tertib. Warga masih antre dengan saling berdesakan satu sama lainnya.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Gunungkidul Hadi Hendro prayogi mengatakan, untuk Kecamatan Semanu, hari Minggu ini memang jadwal pembagian BST. Ada beberapa desa yang masuk jadwal pencairan hari ini, paling banyak adalah Desa Pacarejo dan sebagian dari desa lain di kecamatan Semanu.

“Setidaknya ada 1.002 penerima bantuan yang akan diterimakan hari Minggu ini,” paparnya.

Pihaknya telah membuat jadwal pembagian sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kerumunan dengan memecahnya ke dua gelombang, yaitu untuk pagi dan sore hari. Namun ternyata warga tidak mematuhi jadwal tersebut dan justru datang berbondong-bondong di pagi hari.

Warga yang seharusnya menerima BST pada siang hari justru datang di pagi hari, sehingga terjadi penumpukan karena semuanya ingin didahulukan.

“Kita tidak menyangka akan seperti ini. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk pembagian-pembagian selanjutnya,” tandasnya.

Kepala PT Pos Wonosari Budi Purnomo mengungkapkan, PT Pos sendiri sebenarnya sudah membuat jadwal pembagian di pagi hari mulai dari pukul 8.00 WIB hingga 12.00 WIB, dan untuk siang mulai pukul 13 00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun apa yang terjadi justru tidak seperti yang mereka harapkan karena warga datang secara hampir bersamaan.

Menurutnya, apa yang terjadi di kecamatan Semanu tersebut merupakan yang terburuk di wilayah Gunungkidul. Sebab, pelaksanaan pembagian BST di wilayah-wilayah lain berlangsung tertib dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena adanya kerumunan tersebut, pihaknya terpaksa mengubah skema pembagian.

“Tadi saya langsung terjunkan tim dari Wonosari, dan kita tambah loketnya agar antreannya tidak terlalu panjang,” ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Pacarejo, Kirun, mengungkapkan bahwa pembagian tersebut tidak efektif. Harusnya ada jadwal per pedukuhan untuk pengambilan bantuan dari pemerintah secara tunai, kata dia, tidak seperti sekarang ini, di mana undangan pelaksanaannya hanya satu hari, yaitu Minggu saja.

“Katanya suruh jaga jarak. Lha kok malah umpel-umpelan. Tadi juga tidak ada sistem antrean, akibatnya ya berebut,” ujar Kirun.

Menurutnya, karena jadwalnya hanya berlangsung satu hari, maka biasanya warga pedukuhan di berbagai desa secara bersama-sama berangkat ke kantor kecamatan untuk mengambil bantuan tersebut. Untuk yang tidak memiliki kendaraan pribadi biasanya mereka secara berombongan mencarter sebuah pick-up ataupun mobil roda empat lainnya secara bersama-sama.

“Seandainya ada satu warga yang dinyatakan positif Covid 19, Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun reaktif maka tentu akan berbahaya. Kalau ada satu warga saja, mohon maaf, positif, OTG, atau reaktif kan semuanya ambyar. Wong ini berdesak-desakan,” ujarnya.

Kontributor : Julianto

Keguguran, Jane Shalimar Masih Syok

Suara.com – Suami Jane Shalimar, Arsya Wijaya, membenarkan bahwa istrinya baru saja mengalami keguguran janin yang masih berusia 7 minggu.

Saat ini Jane Shalimar masih menjalani perawatan setelah menjalani proses kuret untuk mengeluarkan janin.

Jane Shalimar dan Arsya Wijaya [Instagram/@arsyawijaya21]

“Maaf Jane-nya masih belum sadar di ruang pemulihan. Tadi baru tindakan soalnya,” kata Arsya Wijaya saat saat dihubungi wartawan, Kamis (15/5/2020).

Menurut Arsya, Jane masih belum bisa ditemui karena masih syok karena mengalami keguguran.

“Kondisinya masih syok, jadi belum bisa diwawancara dulu,” ujar dia.

Jane Shalimar dan Arsya Wijaya [Instagram/@janeshalimar_1]

Sebelumnya Jane Shalimar mengabarkan Janinnya mengalami keguguran di usia 7 minggu. Kabar duka ini disampaikan Jane Shalimar sendiri melalui akun Instagram-nya.

Di situ, Jane mengunggah foto tengah dipeluk sang suami yang tengah berada di rumah sakit.

Lorenzo Ungkap Awal Mula Retaknya Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez

Suara.com – Dari kawan menjadi lawan. Mungkin ini pepatah yang cocok untuk duo pembalap Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Kedua pembalap ini dulunya dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat bak seperti teman. Namun seiringnya berjalan waktu mereka terlibat perselisihan hingga menyebabkan hubungannya renggang.

Menurut Jorge Lorenzo, awal mula retaknya hubungan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez terjadi sejak 5 tahun lalu. Tepatnya, ketika keduanya melakoni MotoGP Argentina 2015.

Ketika itu, Valentino Rossi dan Marc Marquez berduel dekat dan terjadi kontak fisik sehingga menyebabkan Marquez terjatuh.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah), merayakan keberhasilannya memenangi balapan MotoGP Valencia, Minggu (9/11/2014). Diikuti kemudian oleh Valentino Rossi (Movistar Yamaha/kiri) yang finis kedua dan rekan setimnya Dani Pedrosa. [AFP/Jaime Reina]

“Saya percaya Argentina menghentikan hubungan baik di antara mereka,” ungkap Jorge Lorenzo dilansir dari Motosan.es.

Ketika itu, Marquez memimpin jalannya lomba dengan Rossi yang start dari grid ke-8. Namun stategi jitu diterapkan The Doctor kala itu. Valentino Rossi memilih ban yang cocok dengan sirkuit.

Alhasil Rossi pun berhasil menyusul satu persatu lawannya hingga diposisi 2 jelang 15 lap berakhir. Bahkan tiga lap jelang finish, Rossi sudah berhasil menempel Marquez sehingga keduanya pun terlibat pertarungan.

Setidaknya, terjadi dua kali senggolan di dua lap jelang finish, dan pada senggolan kedua, Marquez pun terjatuh ketika ban depan motornya bersenggolang dengan ban belakang Rossi.

“Sejak saat itu, hubungan berubah. Valentino memiliki kesempatan untuk memenangkan juara dunia sejak 2009,” pungkas Lorenzo.