Bukan Tim Medis, ACIP Sarankan Vaksin Covid-19 untuk Pegawai Toko!

Suara.com – Petugas kesehatan, lansia, dan orang yang rentan akan menjadi kelompok pertama yang akan mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Seorang panelis ahli medis dan kesehatan masyarakat, Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP), menasihati Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) akan mempertimbangkan dan memberikan suara tentang masalah ini dalam pertemuan darurat akhir pekan ini.

Para panelis cenderung mengutamakan pekerja, seperti pengemudi bus, pegawai toko bahan makanan, dan karyawan yang tidak bisa bekerja dari rumah.

Karena, mereka adalah orang-orang yang justru paling berisiko terinfeksi virus corona Covid-19, yang mana kekhawatiran tentang risiko ketidakadilan ras paling terlihat.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19, Ini 5 Cara Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Tetapi, para ahli lain mengatakan bahwa orang yang berusia 65 tahun ke atas dan orang dengan kondisi medis tertentu adalah kelompok berikutnya yang akan mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Karena, mereka juga kelompok orang-orang yang berisiko terinfeksi dan menderita parah akibat virus corona Covid-19.

CDC biasanya mendukung saran dari panel penasehat, ACIP. Proses itu terjadi baru-baru ini ketika Direktur CDC, Dr Robert Redfield menguatkan suara panel yang merekomendasikan dosis pertama vaksin virus corona harus diberikan kepada petugas kesehatan dan penghuni fasilitas perawatan jangka panjang.

Namun sebelumnya, Robert Redfield berharap untuk memprioritaskan orang tua di atas usia 70 tahun, yang tinggal di rumah tangga multigenerasi.

“Seringkali keluarga Bangsa Hispanik, Hitam dan Suku kami merawat orang tua mereka di rumah multigenerasi dan mereka juga menghadapi risiko yang signifikan,” kata Redfield dikutip dari Fox News.

Baca Juga: Efek Samping Virus Corona Covid-19, Pria Ini Alami Kebutaan dan Amputasi

Negara bagian tidak harus mengikuti rekomendasi dan setiap negara bagian telah mengirimkan rencana distribusi vaksin Covid-19 ke CDC.